Select Menu

Slider

OASE

Performance

Cute

My Place

Slider

Racing

Videos




Pimpinan partai politik membawa nomor urut partai peserta pemilu tahun 2014 saat Rapat Pleno Pengundian Nomor Urut Partai Peserta Pemilu Anggota DPR dan DPRD 2014 di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Senin (14/1/2013). Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan 10 partai politik dan tiga partai politik lokal Aceh lolos menjadi peserta Pemilu 2014. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, Kidul Kali Post
 — Sepuluh partai politik yang lolos verifikasi faktual telah mendapatkan nomor urut peserta Pemilu 2014. Pengundian nomor itu dilakukan di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Senin (14/1/2013) siang.
Mereka yang mewakili mengambil nomor urut ialah Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.
Ada pula Presiden DPP Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa, Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto, Ketua Umum DPP Partai Nasdem Rio Capela, dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Suhardi.
Berikut adalah hasil pengundian nomor urut parpol.
Nomor urut 1: Partai Nasional Demokrat (Partai Nasdem)
Nomor urut 2: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Nomor urut 3: Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Nomor urut 4: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)
Nomor urut 5: Partai Golongan Karya (Partai Golkar)
Nomor urut 6: Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra)
Nomor urut 7: Partai Demokrat
Nomor urut 8: Partai Amanat Nasional (PAN)
Nomor urut 9: Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Nomor urut 10: Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura)
Sebelum mengambil nomor urut peserta pemilu, perwakilan parpol terlebih dulu mengambil nomor antrean. Proses itu disaksikan komisioner KPU yang dipimpin Husni Kamil Manik, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshidiqie, dan pihak Kementerian Dalam Negeri. Parpol peserta pemilu juga membawa jajaran pengurus partai.


Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2013/01/14/14392779/Inilah.Nomor.Urut.Parpol.Peserta.Pemilu.2014

- -


KidulKali Post - Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan sebanyak 10 partai politik yang menjadi peserta pemilihan umum tahun 2014.
Komisi tersebut mengambil keputusan setelah melakukan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi dan penetapan partai politik peserta Pemilu 2014 di kantor KPU Jakarta pada Senin (7/1) malam hingga Selasa dini hari.

Hal itu tercantum dalam Surat Keputusan KPU Nomor 05/KPTS/KPU tahun 2013 tentang penetapan parpol peserta pemilu 2014.

Ketua KPU Husni Kamil Manik menyatakan bahwa sebanyak 24 partai politik tidak memenuhi syarat melaju sebagai peserta Pemilu pada 2014.
"Perubahan keputusan ini dapat dilakukan berdasarkan keputusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara atau putusan Mahkamah Agung," kata Husni yang membacakan ketetapan.

Berikut adalah sejumlah nama parpol yang lolos verifikasi menjadi peserta Pemilu 2014:
1. Partai Amanat Nasional
2. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
3. Partai Demokrat
4. Partai Gerakan Indonesia Raya
5. Partai Golongan Karya
6. Partai Hati Nurani Rakyat
7. Partai Keadilan Sejahtera
8. Partai Kebangkitan Bangsa
9. Partai Nasional Demokrat
10. Partai Persatuan Pembangunan

sumber : republika.co.id
-


Kidul Kali Post ,Bligo,13 Desember 2012, Kamis sore warga Kidul kali (warga RW.06 Desa Bligo) di gegerkan dengan adanya sebuah berita dari desa tetangga yaitu Desa Durung Bedug, bahwa ada seorang anak terseret Aliran sungai yang sangat deras saat segerombalan anak ini sedang asyik bermain di sungai kedung Uling di daerah Durung Bedug. warga rw. 06 berbondong turut berpartisipasi untuk stanby di bendungan PG.Candi dan memasang alat penerangan di tengah - tengah bendungan/Dam,barang kali Mayat si Anak tersebut bisa di ketemukan terdampar di sungai di bendungan tersebut.tidak lupa pula orang no.1 di Kidul kali ini pun (Bpk. Budik Arif) turut hadir sebagai rasa kepedulianya terhadap musibah ini dan mengamati laju perkembangan  kejadian tersebut.  alat penerangan pun di optimalkan di pasang di tengah - tengah Dam/Bendungan, al hasil sampai malam ini belum juga di ketemukan. dengan rasa sabar warga 06 menunggu...

selang beberapa jam ternyata alam belum bersahabat, air yang semula surut sekarang mulai pasang, dari mulai sore perlahan - lahan air sungai kedung uling ini mulai pasang dan sekitar pukul 20.30 wib kemungkinan bendungan sungai yang ada di Desa Grogol mulai di buka karena sudah tidak sanggup lagi menahan laju air yang deras dan banyaknya tumpukan enceng gondok dan sampah. sesampai tumpukan enceng gondok dan sampah ini di Dam/Bendungan PG.Candi karena saking besarnya,akhirya tumpukan tersebut menyambar penerangan yang ada di tengah - tengah Dam/Bendunga PG.Candi dan akhirnya lampu menjadi padam. sehingga menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi. beruntunglah tim evakuasi gesit dalam mengambil langkah,sehingga tidak terjadi konsleting atas kejadian tersebut.

Semoga dengan adanya kejadian ini Ketua RW.06 menghimbau kepada seluruh warga RW.06 terutama anak2  jangan mandi di Sungai kedung uling dahulu karena cuaca yang kurang baik dan aliran sungai yang terlalu deras. bagi keluarga korban semoga di berikan kesabaran dan ketabahan insya Allah ada hikmahnya di balik kejadian ini, semoga besok pagi jasat anak tersebut bisa di ketemukan. (kidulkalipost/red)
-

REPUBLIKA.CO.ID, Seruan untuk memboikot produk-produk Israel terus membahana. Seperti dikampanyekan oleh situs inminds.com, aksi boikot produk dan perusahaan yang mendukung Israel adalah cara damai untuk menekan aksi agresif aparteid Israel. Aksi ini meniru langkah aksi boikot yang sukses menentang aparteid Afrika Selatan. ''Bantu kami mengakhiri penderitaan warga Palestina dengan memboikot Israel hari ini!'' demikian seruan dalam situs tersebut.
Selanjutnya, situs inminds.com membeberkan sejumlah produk Israel di antaranya produk makanan dan minuman seperti Danone, McDonalds, Starbucks, Coca Cola, Nestle, Jaffa, Eden, Strauss, Tivall, SodaStream, dan lainnya.
Waspadai pula merek kurma Israel seperti Jordan River, Hadiklaim, Tamara, King Solomon, Jordan Plains, Karsten Farms/Kalahari dan Bomaja.
Ada pula perusahaan besar berbasis teknologi seperti Motorola, Intel, IBM, Siemens, serta AOL. Untuk produk kosmetik disebutkan seperti Loreal, Revlon, Estee Lauder, Kimberly-Clark, juga Ahava.
Sedangkan produk pakaian di antaranya M&S, Timberland, River Island, sampai Delta. 
Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: inminds.com







Bligo,10 November 2012. Sabtu Pagi ketua RW.06 Desa Bligo (Bpk.Budik Arif) mendatangi kantor PT.PG Candi Baru di dampingi oleh Wakil ketua RW.06 (Bpk.Rudiawan) dan ketua RT.13 (Bpk. Sudibyo) maksud kedatangan rombongan pengurus RW 06 kali ini adalah bukan sekedar silaturrahmi akan tatapi bentuk responsiv pengurus Lingkungan RW.06 terhadap gejolak dan komplain masyarakat RW.06 Desa Bligo terhadap PT.PG Candi Baru. Bentuk keresahan warga saat ini adalah Tercemarnya air sumur rumah tangga yang di sebabkan oleh Limbah Sisa pembakaran produksi PG. Candi Baru yang di buang melalui sungai Kedung Kepuk dan akhirnya berdampak pendangkalan sungai dan menyebabkan banyaknya kotoran yang menumpuk di sungai kedung kepuk di lingkungan RW.06 Desa Bligo.

Sebagai Orang Nomor satu di  Lingkungan RW.06 Bpk. Budik Arif menanggapi masalah ini secara serius bagaimana solusi yang terbaik bagi kepentingan bersama. selain itu juga Ketua RW.06 ini juga menanyakan kontribusi apa selama ini yang sudah di berikan oleh Warga Lingkungan RW.06.sebagai perusahaan BUMN seharusnya pihak manajemen PG.Candi Baru lebih responsif terhadap permasalahan pencemaran terhadap lingkungan.Setiap perusahaan ada anggaran dana CSR (Corporate Social Responcibelity) seharusnya dana itu yang di pergunakan untuk perbaikan lingkungan. sebagai bentuk kekecewaan dengan pihak manajemen PG. Candi Baru, ketua RW.06 Desa Bligo mencoba bernegosiasi ulang supaya permasalahan ini bisa selesai tuntas. bukan itu saja ternyata surat pemberitahuan permohonan yang di layang kan tanggal 3 oktober 2012 lalu ternyata tidak ada tindakan, bahkan pihak PG.Candi Baru saat di konfirmasi belum menerima Surat pemberitahuan tersebut, padahal sudah di terbitkan 1 bulan yang lalu. Ada apa ini sebenarnya.??

Mudah mudahan Diplomasi tertutup ini membawakan hasil yang sama2 menguntungkan kedua belah pihak.

Maju terus RW 06 ku......

(Kidul kali Post)
-


Sesungguhnya landasan perjuangan adalah nurani yang menyala, landasan pengorbanan adalah hati yang tulus, landasan semangat adalah jiwa yang menggelora, landasan pergerakan adalah tekad yang membaja, dan semua itu hanya terdapat pada diri seorang pemuda. Semangat menggelora adalah semangat pemuda, jiwa perjuangan adalah jiwa pemuda, garda perjuangan adalah benteng pemuda, semangat totalitas adalah semangat pemuda. Kalimat itulah yang selalu dilontarkan oleh para aktivis perjuangan. Sehingga menjadikan mereka sebagai pilar kebangkitan.
Kebangkitan nasional menjadi langkah awal perjuangan bangsa Indonesia memasuki abad 20. Didirikannya Budi Utomo oleh para pemuda pelajar pada tanggal 20 mei 1908 merupakan proyeksi terhadap mimpi besar para pelajar agar terjadinya perbaikan pelajaran di sekolah-sekolah, berdirinya badan wakaf yang mengumpulkan tunjangan untuk kepentingan belanja anak-anak bersekolah, membuka sekolah pertanian, memajukan teknik dan industri, menghidupkan kembali seni dan kebudayaan bumi putera, dan menjunjung tinggi cita-cita kemanusiaan dalam rangka mencapai kehidupan rakyat yang layak di tanah Hindia-Belanda. Organisasi tersebut diketuai oleh Dr. Sutomo. Pemuda telah berani bergerak walaupun masih berada di bawah tekanan Belanda yang sejarahnya telah menduduki Negeri ini selama 350 tahun hingga tahun 1941.
    Seiring berjalannya waktu, para pemuda bangsa semakin cerdik dalam mengatur gerakan. Belajar dari kesalahan sejarah, terjadinya perpecahan para pemuda yang merupakan kekuatan bangsa. Sehingga mereka mengatur strategi dalam menggapai kemerdekaan. Langkah awalnya adalah Persatuan Nasional. Pada tanggal 28 Oktober 1928 tercetus Sumpah Pemuda, sebagai upaya mempersatukan pemuda-pemuda di Negeri ini. Setelah tercetus, maka tak ada lagi pemuda yang mengatakan Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond dan lain-lain. Mereka satu suara untuk bergerak, melaju melepaskan jaket kedaerahan menuju kemerdekaan. Semangat pemuda adalah semangat yang tak terkalahkan.
    Setelah berakhirannya Belanda menjajah Negeri ini, jepang pun muncul dengan semangat dan kelicikan yang tak kalah dibanding dengan bangsa Belanda waktu itu. Pada tahun 1942 Jepang masuk dan menjajah Negeri ini. Kekuatan jepang meredup setelah negaranya dijatuhkan bom atom oleh Sekutu, tepat di awal bulan Agustus 1945. Kebingungan terjadi di antara golongan tua dan golongan muda untuk memulai deklarasi kemerdekaan. Namun, berkat para pemuda dengan jiwa pemberaninya, menculik Soekarno ke Rengasdengklok agar golongan tua menyegerakan memproklamasikan kemerdekaan, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 kemerdekaan berkumandang di Negeri ini. Pemuda memiliki jiwa yang tak pernah berfikir panjang dan tak takut akan resiko, selagi ada kesempatan dan peluang mereka langsung saja menerobosnya.
    Kemerdekaan berlalu, namun semua itu tak menjadikan semangat perjuangan yang telah ada hanyut bersama riuk piruknya kebahagiaan bangsa. Soekarno dan Hatta menjadi Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia yang mengantarkan Negeri ini pada masa Pembangunan Nasional.
    Pada tahun 1967, julukan orde lama pun hilang digantikan dengan orde baru dengan pemimpin baru yaitu Soeharto. Soeharto mengeluarkan NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi KeMahasiswaan) yaitu suatu upaya dari Pemerintah dengan memasukkan unsur tentara ke dalam organisasi keMahasiswaan untuk membatasi gerak Mahasiswa, sehingga pada masa tersebut gerakan Mahasiswa mati.
    Namun, masuk pada tahun 1990-an, Pemerintah mengeluarkan peraturan kembali mengenai keorganisasian Mahasiswa yang lebih memperluas gerak Mahasiswa dalam mengawal Pemerintahan. Maka, 1998 menjadi puncak kemarahan para pemuda-Mahasiswa, pemuda-buruh, pemuda-tani serta pemuda-miskin yang tergabung dalam gerakan Reformasi, akibat ulah sang pemimpin otoriter. Setiap perubahan selalu memakan korban, demikian pula Reformasi 1998 menuntun empat aktifis Trisakti yaitu Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendriawan Sie kembali kepangkuan sang Khalik. Seoharto pun turun setelah para demonstran gerakan Reformasi berhasil menduduki “gedung hijau”. Lagi-lagi pemuda sebagai tameng perjuangan dan pemuda pula sebagai pejuang bangsa.
    Pasca reformasi masih terus terjadi pergerakan para pemuda-Mahasiswa, karena semakin lebarnya pintu demokrasi yang terbuka di Negeri ini. Pemuda-Mahasiswa lebih dengan mudah mengeluarkan segala aspirasinya. Hingga, tanggal 30 Maret 2012 para pemuda yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), ORMAS (Organisasi Masyarakat) dan Buruh kembali turun ke jalan dengan jumlah masa puluhan ribu dalam menanggapi kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak).
    Begitulah jiwa pemuda, tak pernah berhenti meskipun telah banyak ancaman, tak pernah takut meskipun sering termakan korban, selalu mengkritisi meskipun tak pernah di dengar, pemuda yang memiliki jiwa yang kuat. Seperti dalam Kitab Al-Quran “Allahlah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.” (QS. Ar-rum: 54). Pemuda memiliki jiwa yang kuat sehingga kemajuan segala aspek diharapkan kepada para pemuda untuk menyiapkan diri semaksimal mungkin.
    Pemuda memiliki potensi yang luar biasa, idealisme, kritis, kreatif, berani, optimis dan semangat yang tinggi. Sehingga, pemuda merupakan proyeksi terhadap kepemimpinan bangsa yang tersebar dalam berbagai aspek. Masa kuliahlah kita dapat mengasah lebih dalam atas hal tersebut. Pemikiran, kepemimpinan, kedewasaan akan terbentuk cepat bagi mereka yang memiliki semangat tinggi.
    Ada tiga sektor yang perlu dikuasai oleh kita yang memiliki jiwa idealisme dan jiwa perjuangan, yaitu menguasai Ekonomi, Sosial dan Pemegang kebijakan/Pemerintahan. Mengapa pemuda, karena mereka lah yang memiliki jiwa keberanian dalam mengambil resiko.
    Ada tiga hal pula yang perlu kita jadikan kebiasaan sebagai seorang Mahasiswa agar dapat memunculkan jiwa kritis, kreatif dan solutif terhadap permasalahan di lingkungan kita, yaitu Membaca, Berdiskusi dan menuangkan dalam Tulisan sebagai rekomendasi dan penuangan ide dari hasil pemikiran. Membaca adalah proses untuk kita mengetahui banyak informasi tentang segala hal yang kemudian kita bawa ke dalam forum diskusi sebagai upaya untuk melengkapi segala kekurangan pengetahuan serta sebagai upaya dalam menggerakkan otak ini untuk bekerja, kemudian menuangkan dalam sebuah goresan pena sebagai upaya pengingatan dan sebagai upaya penyampaian gagasan.
    Selain itu seorang Pemimpin hendaknya memahami Sejarah, Geografis dan Sastra. Sejarah sebagai pembelajaran dari orang-orang terdahulu yang telah mengalami kegagalan, geografis adalah seorang pemimpin mengetahui wilayah tempat mengaturnya serta sastra sebagai upaya dalam berkomunikasi dengan baik, benar dan bermakna. Maka, kembalilah wahai roh pemuda ke dalam jiwa-jiwa Mahasiswa bangsa ini, sehingga kami benar-benar menjadi PILAR KEBANGKITAN Bangsa.
-

Kidul kali post adalah sebuah jendela informasi yang di buat untuk di dedikasikan untuk Lingkungan Warga RW.06 Desa Bligo Candi Sidoarjo (Wong Kidul Kali)  sebagai sumber informasi dunia pada umumnya, dan memuat berita seputar desa Bligo dan Lingkungan RW.06 Desa Bligo. Kidul kali post pertama kali di posting tanggal 30 Oktober 2012 dan itu pula sebagai hari lahir kidul kali post. semoga dengan adanya berita kidul kali post ini warga RW.06 Desa Bligo semakin berwawasan luas,bijaksana,arif dan sejahterah. amin.


Branding : Kidul kali post beritane wong kidul kali.

Motto      : Nggawe Guyub Ing Wargo



Kidul kali post menyediakan berbagai berita di antaranya :
1. Pemerintahan Desa Bligo
2. Pemerintahan RW.06
3. Kiprah Karang Taruna RW.06 Desa BLigo.
4. Politik
5. Teknologi
6. Dunia Pendidikan
7. Kesehatan
8. Tips dan Trik
9. dll

kidul kali post bisa di akses melalui internet di : http://kidulkalipost.blogspot.com/


Administrator Kidul kali post mohon maaf apabila saat ini masih belum banyak memberikan informasi yang lebih banyak karena masih minimnya personil wartawan kidul kali post saat ini.

kami tunggu dukungan wong kidul kali untuk selalu membaca terus bacaan harian wong kidul kali.
Kidul kali post juga menerima saran dan kritik melalui
email : warganolenam.gmail.com

Redaksi :kidul kali post.
-


7 TANDA KEBAHAGIAAN HIDUP DI DUNIA

1. Qalbun Syakirun
2. Al azwaju shalihah
3. Al Auladun abrar
4. Al bi'atu sholihah
5. Al maalul halalun
6. Tafakuh fiddien
7. Al Umrul Mabruk


Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di masjid. Suatu hari ia ditanya oleh para tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) kunci kebahagiaan dunia, yaitu:

1. Qalbun syakirun (hati yang selalu bersyukur)

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat ALLAH SWT, sehingga apapun yang diberikan ALLAH, ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan ALLAH.

Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu, “Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita”. Dan bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya.

2. Al azwaju shalihah (pasangan hidup yang sholeh)

Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholehah, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya.

3. Al auladun abrar (anak yang sholeh)

Saat Rasulullah SAW thawaf, beliau bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet- lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu, “Kenapa pundakmu itu?” Jawab anak muda itu, “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya” Lalu anak muda itu bertanya, ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua?”

Nabi SAW memeluk anak muda itu dan mengatakan, “Sungguh ALLAH ridho kepadamu, kamu anak yang sholeh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu” Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang sholeh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan ALLAH.

4. Albiatu sholihah (lingkungan yang kondusif untuk iman kita)

Kita tentu boleh mengenal siapapun, tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat, haruslah orang- orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Sebagaimana Rasulullah yang menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh yang akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.

5. Al malul halal (harta yang halal)

Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdo’a sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan?” Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena do’anya akan sangat mudah dikabulkan ALLAH. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hati semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya.

6. Tafakuh fi dien (semangat untuk memahami agama)

ALLAH menjanjikan nikmat bagi umat-NYA yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada ALLAH dan rasul-NYA. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman.

7. Al-umrul mabruk (umur yang baroqah)

Umur yang baroqah itu adalah umur, yang selalu diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak nostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome).

Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan ALLAH. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya.


*http://miftakhurriza.blogspot.com/2011/06/7-kunci-kebahagiaan-di-dunia.html
-
Oleh Muhammad Arifin Ilham
...
Kebahagiaan hidup di dunia ini bermula dari merasakan halaawatul iimaan (manisnya iman). Dan, halaawatul iimaan adalah buah dari al-Mujaahadah fii thaa'atillah (usaha sungguh-sungguh untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt). Allah memberi karunia halaawatul iimaan kepada hamba-Nya, karena hamba itu terus-menerus "merayu" ridha-Nya dengan kemurnian akidah, kenikmatan beribadah, dan kemuliaan akhlak. Seseorang akan merasakan nikmatnya beribadah ketika ia konsisten melaksanakan ketaatan kepada-Nya.

Ibarat seorang musafir yang menempuh perjalanan ke suatu tempat. Dia akan merasa senang ketika akan memulai perjalanan, juga ketika masih dalam perjalanan. Puncak perasaan senang itu datang saat ia telah sampai ke tempat yang ditujunya.

Diumpamakan juga seperti anak kedl yang diajak berekreasi oleh orang tuanya. Dia akan merasa gembira ketika orang tuanya menjanjikan hal itu. Dia akan lebih gembira lagi ketika ia dan orang tuanya mulai bersiap-siap untuk berangkat ke tempat itu. Puncak kegembiraannya adalah pada saat ia sampai ke tempat tujuan.

Diibaratkan juga seperti seorang yang akan menikah.Dia merasa senang pada saat-saat menjelang pernikahan-nya. Terlebih lagi setelah pernikahan itu dilaksanakan.

Begitu juga dengan seorang hamba yang beribadah kepada Allah swt. Dia akan melaksanakan ibadahnya dengan senang hati, khusyuk, dan nikmat. Puncak kenikmatan beribadahnya dirasakan pada saat menjelang kematian. Dia akan merasakan kebahagiaan. Karena itulah pintu pertemuannya dengan Allah swt. Zat yang selalu diibadahinya dengan segenap perasaan tunduk dan cinta selama hidupnya di dunia.

Allah swt. berfirman,
"..Orang-orang yang beriman berkata, 'Sesungguhnya, orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang lalim itu berada dalam azab yang kekal..." (asy-Syuuraa [42]: 45)

Subhanallah. Ingatlah bahwa orang-orang beriman akan tetap berkumpul bersama keluarga mereka yang beriman di akhirat nanti. Sementara orang-orang yang tidak beriman, keluarga mereka akan terpisah dan bercerai-berai. Sungguh kehidupan di dunia adalah cerminan dari kehidupan akhirat. Jika di dunia kita hidup sukses dan bahagia dalam ketaatan kepada Allah, maka di akhirat pun kita akan menjadi orang yang sukses dan bahagia di bawah naungan ridha Allah swt.

Mereka yang sukses di akhirat dimulai dari kesuksesan mereka dalam menjalani hidup di dunia, dan kesuksesan menjalani hidup di dunia adalah dengan menjadi hamba yang bertakwa.

Ali bin Abu Thalib berkata, "Kunci takwa itu ada empat. Pertama, al-khaufu minal jaliil (takut kepada Yang Maha Agung). Kedua, al'amalu bit Tanziil (mengamalkan wahyu yang telah diturunkan). Ketiga, al-Qanaa'atu bil qaliil (merasa puas dengan apa yang ada meski sedikit). Keempat, al-isti'daadu liyaumir rahiil (menyiapkan diri untuk hari kemudian)."

ltu semua benar-benar karunia dari Allah. Ingatlah bahwa mereka yang masuk ke surga bukan karena banyaknya pahala shalat, zakat, puasa at au ibadah mereka yang lain, tetapi semua itu karena rahmat dan ridha Allah swt.

"…tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (al-Hujuraat [49]: 7)

Surga terlalu mahal untuk diperoleh dengan ibadah yang hanya 60 sampai 70 tahun usia hidup kita, meski banyak orang yang usia hidupnya kurang dari itu, dan usia yang digunakan untuk beribadah pun tidak mencapai separuhnya. Sementara nikmat yang Allah berikan kepada kita tidak terhitung dengan jumlah angka-angka yang dibuat untuk urusan duniawi.

Akan tetapi, Allah mencintai kita semua. Karena rahmat dan kasih sayang-Nya itulah, Dia memberikan rasa cinta dalam hati kita. Perasaan cinta pada keimanan dan menjadikannya terasa nikmat dan indah bagi orang-orang yang beriman.

Oleh karena itu, semua kenikmatan yang Allah beri kepada kita, baik yang ada di dalam diri kita seperti hati, akal, panca indera, maupun di luar diri kita, yang ada di seluruh alam semesta, semuanya adalah fasilitas yang harus dipergunakan untuk beribadah kepada Allah swt., sehingga kita bisa men¬jadi 'Abdan syakuuran' (hamba yang bersyukur).

Karena nikmat kita bersyukur, dan rasa syukur itu sendiri adalah nikmat. Mensyukuri setiap nikmat, menikmati rasa syukur, mensyukuri nikmat lagi kemudian menikmati rasa syukur lagi, mensyukuri nikmat lagi, dan menikmati rasa syukur lagi, dan begitu seterusnya. Sehingga seluruh aktivitas hidup kita tidak lepas dari aktivitas mensyukuri nikmat dan menikmati rasa syukur itu.

Selama kita bersyukur atas semua nikmat yang Allah beri, selama itu pula hidup akan terasa nikmat.***


*)dikutip dari buku "Sesegar Telaga Kautsar"